Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

Hello I'm Pangolin

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Ada makhluk kecil bersisik yang muncul dari balik semak, lalu menyapa pembaca dengan malu-malu, “Oh, halo. Tidak menyangka kamu ada di sini.” Begitulah perkenalan unik yang dibuka oleh Hello I’m Pangolin, picture book kedua dari seri Meet the Wild Things karya pasangan Hayley dan John Rocco.

Sang pangolin lalu mengajak si kecil berkenalan lebih dekat dengan dirinya. Ia memamerkan sisik-sisik keras yang menutupi seluruh tubuhnya, sebuah armor alami yang konon tidak bisa ditembus bahkan oleh gigi singa sekalipun.

Ia juga mengaku bahwa dirinya adalah satu-satunya mamalia berdarah panas di dunia yang memiliki sisik. Hampir empat ratus sisik menempel di tubuhnya, dan ia menantang anak untuk ikut menghitungnya bersama.

Cerita berlanjut ke kebiasaan sehari-hari sang pangolin yang ternyata berjalan dengan dua kaki belakang, persis seperti T. rex mini. Cakar besarnya bukan untuk menakuti, melainkan untuk menggali burrow, lubang nyaman tempatnya tidur meringkuk.

Lalu ada bagian paling seru saat ia memperlihatkan lidah super-sticky yang panjangnya sepanjang tubuhnya sendiri. Dengan lidah ajaib itu, ia bisa melahap sekitar 20.000 semut dan rayap dalam satu hari. Oodles of them, katanya bangga.

Saat menyantap rayap di dalam gundukan tanah, telinga dan lubang hidungnya tertutup rapat agar serangga-serangga itu tidak masuk ke dalam. Detail-detail kecil seperti inilah yang membuat anak merasa benar-benar sedang ngobrol dengan seekor pangolin sungguhan.

Tidak hanya berhenti pada fun facts, sang pangolin perlahan membuka cerita tentang kesulitan yang dialaminya. Ia adalah mamalia paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia, dan jumlahnya terus berkurang akibat poaching serta hilangnya habitat.

Hayley Rocco meriset buku ini langsung di lapangan bersama tim konservasi Wild Tomorrow di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan. Sementara John Rocco, ilustrator peraih Caldecott Honor, menghidupkan setiap halaman dengan gambar pensil, cat air, dan sentuhan digital yang sangat detail.

Bagi Parents yang ingin menumbuhkan kecintaan anak pada satwa langka, buku terbitan G.P. Putnam’s Sons Books ini menjadi pintu masuk yang menyenangkan. Anak diajak melihat dunia dari sudut pandang hewan, sebuah cara efektif membangun empathy sejak dini.

Si kecil juga belajar bahwa setiap makhluk hidup punya peran penting di ekosistemnya. Pesan konservasi disampaikan dengan ringan, lucu, dan mudah dicerna anak usia 3-7 tahun.

Lebih dari sekadar bacaan informatif, Hello I’m Pangolin menanamkan keyakinan bahwa siapa pun, termasuk anak kecil, bisa menjadi bagian dari solusi untuk menjaga planet ini tetap kaya akan keajaiban.