Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

My Body My Voice

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Bayangkan seorang anak yang baru saja berkata “I love you” kepada orang yang ia sayangi, lalu meminta dipeluk saat petir menggelegar di luar jendela.

Itulah pintu masuk cerita My Body My Voice karya Nicki Esler Gill, sebuah picture book terbitan Scholastic Press dengan ilustrasi penuh warna dari Inge Daniels.

Buku format Hardcover ini ditulis dalam bait-bait berima yang ringan, mengajak si kecil menelusuri berbagai momen kecil dalam keseharian yang ternyata punya makna besar.

Cerita dibuka dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Pernahkah anak menceritakan lelucon favoritnya? Pernahkah ia menyanyikan lullaby, atau menumpahkan segala kekhawatirannya sampai akhirnya bisa menarik napas lega?

Setiap halaman terasa seperti percakapan ringan antara anak dan dirinya sendiri. Ada yang sedang memegang gitar, ada yang menyanyi di depan mikrofon, ada pula yang bermain alat musik tiup bersama teman-temannya.

Pesan yang muncul pun jelas: suara setiap anak itu seperti sebuah lagu, dan suara orang lain juga sama pentingnya. Di sinilah konsep speak and listen diperkenalkan dengan cara yang mudah dicerna anak usia dini.

Cerita berlanjut ke situasi yang lebih sosial. Ada adegan ketika seorang anak menghampiri new kid di bangku taman, lalu mengajaknya bergabung bermain meski belum saling kenal.

Lalu muncul pula momen ketika anak-anak menanam pohon bersama, atau mengangkat papan bertuliskan “Listen, please!” untuk menyuarakan hal yang mereka pedulikan.

Pesan yang dibawa Nicki Esler Gill terasa membumi. Walaupun tubuh anak masih kecil dan ototnya belum kuat, suara mereka tetap bisa membawa perubahan untuk dunia di sekitarnya.

Tema yang diangkat cukup luas, mulai dari consent, communication, advocacy, hingga empathy, friendship, dan teamwork. Semua dirangkai tanpa terasa berat dipahami si kecil.

Dari sini, anak diajak menyadari bahwa kata-kata yang ia pilih punya kekuatan besar. Satu kalimat sederhana bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.

Buku ini juga menjadi pintu masuk yang pas untuk Parents memulai obrolan soal body autonomy dan menghargai perasaan orang lain di rumah maupun di sekolah.

Setelah menutup halaman terakhir, si kecil diharapkan tumbuh dengan keyakinan bahwa tubuhnya berharga, suaranya berarti, dan ia berhak didengar layaknya semua orang di sekelilingnya.