Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

Want a Hug

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Ada satu hal penting yang sering terlewat saat mengajari anak bersosialisasi, yaitu bagaimana cara meminta izin dan menghormati jawaban orang lain.

Buku Want a Hug? karya Christine Babinec, seorang trauma specialist, hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan cara yang sangat ramah anak.

Cerita dibuka dengan seorang anak yang merasa begitu gembira, ingin menyentuh, memeluk, dan menggelitik semua orang yang ditemuinya.

Rasa senangnya meluap-luap, sampai-sampai ia ingin berlari mendekat dan menyalurkan keceriaan itu kepada teman-teman di sekitarnya.

Namun ada momen yang membuatnya bingung. Beberapa temannya justru berkata, “Stop it!”, “Get off!”, atau “Don’t touch, please.”

Kenapa mereka tidak merasakan kebahagiaan yang sama? Pertanyaan polos inilah yang menjadi titik balik si tokoh untuk belajar memahami perasaan orang lain.

Lewat narasi yang berima dan ilustrasi penuh warna dari Vivian Mineker, si kecil diajak melihat bahwa setiap orang punya batasan masing-masing.

Ada yang suka dipeluk, ada yang tidak. Ada yang senang didorong tinggi di ayunan, ada juga yang lebih nyaman bermain tenang.

Tokoh utama lalu belajar satu kebiasaan baru yang sederhana namun powerful, yaitu bertanya lebih dulu sebelum melakukan sesuatu kepada orang lain.

“Want a hug?”, “Do you want one?”, “Can I help?”, “Hi! Can I play too?” adalah contoh kalimat yang menunjukkan bagaimana consent bisa dipraktikkan dalam keseharian.

Ilustrasinya pun menampilkan keberagaman yang indah, mulai dari anak berkursi roda, anak dengan prosthetic arm, hingga anak yang memakai headphones.

Detail-detail kecil ini membuat setiap anak merasa terwakili dan diterima apa adanya.

Buku Picture Book Hardcover terbitan Familius ini mengajarkan dua pelajaran besar sekaligus untuk si kecil.

Pertama, anak berhak berkata “tidak” dengan sopan ketika merasa tidak nyaman, dan perasaannya valid untuk dihargai.

Kedua, anak juga belajar mendengarkan dan menghormati jawaban orang lain, baik itu “ya” maupun “tidak”.

Konsep body autonomy yang dikemas ringan seperti ini menjadi bekal awal yang berharga untuk membangun rasa aman dan kepercayaan diri anak.

Moms dan Parents bisa menjadikan Want a Hug? sebagai bahan diskusi santai bersama si kecil di rumah, mengenalkan topik penting dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui.