Salat in Secret
Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?
Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.
Hari ulang tahun Muhammad yang ketujuh terasa istimewa. Ada satu hadiah dari Daddy yang membuat dadanya berdegup kencang: sebuah salat rug bermotif emas dengan aroma dupa yang manis.
“Kamu sudah tujuh tahun, Muhammad! Cukup besar untuk salat lima kali sehari,” kata Daddy sambil tersenyum lebar. Muhammad pun bertekad menunaikan kelima salatnya tepat waktu, sama seperti ayahnya.
Malam itu, ia berwudu dengan teliti. Ia berdiri tegak di atas sajadahnya, tidak lagi bergoyang atau menggoda adiknya, Maryama. Bisikan doanya mengalir pelan kepada Allah, penuh harap.
Tantangan baru muncul keesokan harinya, Moms. Waktu Dhuhr jatuh di tengah jam sekolah, dan Muhammad ingin mencari “tempat rahasia” untuk salat. Ia membayangkan dirinya menghampiri Mrs. Baker, gurunya, lalu meminta izin.
Tapi setiap kali ia mencoba membuka suara, keberaniannya menghilang. Sajadahnya tetap tersembunyi di balik jaket, lalu berakhir digelar terburu-buru di dalam coat closet saat jam istirahat.
Sore harinya, Muhammad ikut Daddy berkeliling dengan ice cream truck. Mereka tertawa, melayani pelanggan, dan menikmati cahaya keemasan menjelang senja.
Ketika matahari mulai tenggelam, Daddy menepikan truk dan menggelar sajadahnya di trotoar. “Kamu selalu bisa salat saat sampai rumah,” kata Daddy lembut. Muhammad diam, menyimpan rahasia bahwa sajadahnya pun ada di truk.
Seorang wanita berhenti dan menatap Daddy dengan pandangan tajam. Tak lama, sebuah mobil polisi muncul di kejauhan. Muhammad menahan napas, tapi Daddy tetap khusyuk menyelesaikan salatnya.
Dari dalam truk, Muhammad menyaksikan keteguhan ayahnya. Hatinya bergetar, bukan hanya karena takut, tetapi karena sesuatu yang lebih besar mulai tumbuh di dalam dirinya: rasa bangga.
Picture book karya Jamilah Thompkins-Bigelow ini menggambar keluarga Muslim Amerika dengan jujur dan penuh sukacita. Ilustrasi Hatem Aly menghidupkan tiap halaman dengan warna sunset yang memukau dan ekspresi karakter yang kaya.
Parents bisa mengajak si kecil bicara soal identitas, keberanian, dan rasa percaya diri saat menjalankan keyakinan. Cerita ini juga membuka diskusi tentang self-advocacy, yaitu keberanian meminta apa yang dibutuhkan, meski suara sedang gemetar.
Anak akan belajar bahwa bravery tidak berarti tanpa rasa takut. Kadang keberanian justru muncul bersamaan dengan tangan dan suara yang bergetar, dan itu tetap layak dirayakan.
Bagi keluarga Muslim, kisah Muhammad menjadi mirror yang menenangkan. Bagi keluarga lain, cerita ini menjadi window untuk memahami teman-teman dengan latar belakang berbeda dan menumbuhkan empati sejak dini.
Rekomendasi judul buku lainnya

The Boldest White
Hardcover · Islamic

My Garden over Gaza
Paperback · Islamic

In My Mosque
Paperback · Islamic

Sitti's Key
Paperback · Islamic

Montessori Science and Nature
Paperback · Parenting

Tales of the Rails
Hardcover · Reference

Beast Feast
Hardcover · Picture Book

We Care: A First Conversation about Justice
Boardbook · Reference

What's Worrying You
Hardcover · Reference

Dear Muslim Child
Hardcover · Picture Book
Butuh buku yang siap dikirim?
Lihat pilihan Ready Stock atau chat Admin kalau Moms ingin dibantu cari judul yang sesuai usia dan minat si kecil.