Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

Sitti's Key

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Hari yang dinanti Amal akhirnya tiba. Sitti, neneknya tersayang, datang berkunjung setelah dua tahun lamanya tidak bertemu.

Amal tidak bisa diam. Ia terus mengintip dari jendela, menunggu mobil Baba yang membawa Sitti pulang ke rumah mereka.

Begitu Sitti tiba, koper-koper pun dibuka. Ada minyak zaitun, kurma, dan zaatar dari teman-teman jauh, juga sehelai thoub bermotif indah untuk Amal.

Namun ada satu benda yang membuat Amal penasaran, yaitu sebuah kunci tua yang Sitti gantung di dinding kamarnya.

Di sekolah, Amal mendapat tugas presentation tentang budaya asal keluarganya. Ia mencari buku tentang Palestina di perpustakaan, tetapi tidak menemukan satu pun.

Si kecil pulang dengan hati bertanya-tanya. Apa sebenarnya cerita di balik kunci itu, dan mengapa Sitti dulu meninggalkan tanah kelahirannya?

Malam itu, rumah dipenuhi aroma zaatar pies kesukaan Amal. Ayah menyalakan perapian, ibu menyeduh teh dengan marimya, dan semua berkumpul mendengarkan kisah Sitti.

Sitti bercerita tentang masa kecilnya di Haifa. Tentang ibunya yang membuat roti setiap pagi, tentang berjalan jauh untuk mengambil air, dan tentang memanjat pohon zaitun bersama saudaranya.

Lalu Sitti menarik napas panjang. Ia mulai menceritakan peristiwa Nakba di tahun 1948, ketika keluarganya dipaksa pergi dari rumah yang sudah mereka tinggali turun-temurun.

Mereka hanya sempat membawa sedikit barang, termasuk kunci rumah yang kini tergantung di dinding. Setelah bertahun-tahun di kamp pengungsi Lebanon, perjalanan panjang membawa mereka jauh ke negeri baru.

Ketika Sitti menyanyikan lagu Rajea Ala Baladi, ayah dan ibu Amal ikut bernyanyi. Suara mereka menyatu, dan ada sesuatu yang mekar di hati si kecil rasanya seperti cinta, kebanggaan, dan rumah.

Kunci tua itu pun berpindah tangan, membawa harapan agar suatu hari Amal bisa kembali ke tanah leluhurnya, insha Allah.

Lewat cerita ini, anak diajak memahami pentingnya akar, identitas, dan sejarah keluarga. Mereka belajar bahwa setiap benda kecil bisa menyimpan kisah besar yang patut dijaga.

Buku ini juga menanamkan rasa bangga pada budaya sendiri. Moms bisa mengajak si kecil berdiskusi tentang silsilah keluarga, tradisi yang diwariskan, serta arti dari sebuah home yang sesungguhnya.

Sitti’s Key cocok dibacakan untuk anak usia 5 tahun ke atas. Sebuah pengantar lembut bagi Parents yang ingin mengenalkan tema warisan, harapan, dan keteguhan hati kepada si kecil.