Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

In My Mosque

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Di sebuah masjid yang ramai, seorang anak menyambut teman-temannya dengan ucapan As-salaamu ’alaykum. Mereka berasal dari berbagai warna kulit dan logat, namun semua merasa diterima di tempat yang sama.

In My Mosque karya M. O. Yuksel membuka ceritanya dengan suasana yang menyenangkan. Sepatu-sepatu berjajar rapi seperti manik-manik warna-warni di depan pintu, sebelum si kecil melangkah masuk dan menyentuh karpet halus dengan jari kakinya.

Anak-anak mengenakan pakaian terbaik mereka. Seorang bibi memberi rangkulan singkat, membuat tokoh kecil dalam buku ini merasa disayangi sebelum memulai ibadah.

Di sudut lain, para kakek menghitung tasbih sambil berdzikir Subhanallah. Suara mereka berpadu dengan gemuruh burung merpati di luar, menciptakan suasana tenang yang membuat si tokoh ingin bersandar di pundak ayahnya.

Para nenek membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan lembut. Sementara itu, anak-anak berlomba menggelar sajadah dan membagikan tasbih kepada jamaah, sebuah little task yang membuat hati mereka berbunga.

Imam bercerita tentang hidup rukun bersama. Suara muadzin mengalun memanggil untuk shalat, dan si kecil berdiri bahu-membahu dengan teman-temannya, terhubung seperti rantai panjang.

Ada momen jujur yang akan membuat banyak anak mengangguk setuju. Saat shalat berlangsung, tokoh kecil mengaku kadang pikirannya melayang ke mana-mana, persis seperti pengalaman real-life si kecil di rumah.

Cerita berlanjut pada kegiatan komunitas yang seru. Anak-anak mengumpulkan donasi makanan, lalu menikmati naan, samsa, dan irisan melon manis sambil bermain petak umpet di sudut-sudut rahasia masjid.

Ilustrasi Hatem Aly membawa Parents berkeliling ke berbagai masjid ikonik dunia. Mulai dari Masjid Nabawi, Hagia Sophia, Great Mosque of Djenne, hingga Sheikh Zayed Grand Mosque, semuanya digambar dengan detail arsitektur yang memukau.

Di bagian akhir, anak juga akan menemukan backmatter berisi catatan penulis, glosarium istilah, serta informasi tentang masjid-masjid bersejarah di lima benua.

Buku ini mengajarkan si kecil tentang nilai inclusivity dan rasa hormat antar sesama. Anak belajar bahwa tempat ibadah, apa pun bentuknya, adalah ruang untuk doa, kebersamaan, dan saling tolong-menolong.

Untuk anak Muslim, kisah ini menjadi cermin yang menguatkan identitas mereka. Untuk anak dari latar belakang lain, cerita ini membuka pintu pemahaman bahwa setiap komunitas berdoa untuk perdamaian, cinta, dan kebahagiaan yang sama.