Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

The Laugh

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Ada seorang ibu yang memiliki tawa paling indah di dunia. Begitulah cerita The Laugh karya Fay Evans dibuka, dengan ilustrasi cantik dari Ayse Klinge yang langsung mengundang senyum.

Tawa sang ibu bisa muncul dalam banyak bentuk. Kadang meledak kencang sampai seisi ruangan ikut tertawa, kadang hanya kikikan kecil saat ia berkebun bersama putrinya di antara bunga matahari.

Yang membuat tawa ini istimewa, ia menular. Saat sang ibu tertawa di pesta ulang tahun, anak-anak, balon, dan confetti seolah ikut menari bersamanya.

Putri kecilnya tumbuh dengan suara tawa itu sebagai latar hidupnya. Mereka membaca buku bersama, menanam bibit di kebun, dan menciptakan momen-momen kecil yang terasa berharga dalam setiap halaman picture book ini.

Ada pula sosok ayah yang melengkapi keluarga ini. Namun ikatan paling kuat memang terlihat di antara ibu dan anak perempuannya, sebuah special bond yang dirayakan lewat tawa-tawa kecil sehari-hari.

Lalu suatu hari, sang ibu jatuh sakit. Fay Evans menggambarkan perubahan ini dengan sangat halus, tanpa kata-kata yang berat.

Meski tawa itu mulai menghilang, ada satu hal yang masih tersisa: senyum di matanya. Ilustrasi ruang rumah sakit dengan bunga matahari di samping ranjang menjadi salah satu adegan paling menyentuh dalam buku ini.

Ketika sang ibu pergi, dunia si kecil terasa berlubang besar. Ia dan ayahnya saling berpegangan, mencoba menjalani hari-hari yang terasa sunyi tanpa suara tawa yang biasa mengisi rumah.

Mereka berusaha melanjutkan hidup, tetapi sukacita seolah ikut pergi. Namun cerita ini tidak berhenti di kesedihan, ada secercah harapan menanti di halaman-halaman terakhir yang sebaiknya ditemukan sendiri oleh pembacanya.

Buku setebal Hardcover dari Flying Eye Books ini menjadi pendamping yang lembut untuk membahas tema kehilangan bersama si kecil. Parents bisa menggunakannya sebagai jembatan untuk berbicara tentang kematian, kenangan, dan bagaimana cinta tidak pernah benar-benar hilang.

Anak belajar bahwa sedih boleh, menangis boleh, dan tertawa lagi suatu hari nanti juga boleh. Tidak ada yang salah dengan kembali bahagia setelah ditinggalkan orang tersayang.

Lebih dari itu, The Laugh mengajarkan si kecil untuk menghargai momen-momen sederhana bersama keluarga. Sebuah pengingat manis bahwa tawa, kenangan, dan cinta adalah warisan paling berharga yang bisa ditinggalkan seseorang untuk orang-orang yang ia sayangi.