Lewati ke konten utama
Logo Kiyota BooksKiyota Books

Welcome to Our Table

Oleh: Tim Kiyota Books

Cari buku ini atau rekomendasi sejenis?

Cek Ready Stock Kiyota atau chat Admin untuk dibantu pilih buku yang cocok untuk si kecil.

Bayangkan sebuah meja panjang yang dikelilingi anak-anak dari berbagai penjuru dunia, masing-masing membawa hidangan khas dari negaranya. Itulah suasana hangat yang langsung menyambut si kecil saat membuka Welcome to Our Table karya Laura Mucha dan Ed Smith.

Buku setebal 64 halaman terbitan Nosy Crow ini mengajak anak menjelajahi 33 topik kuliner dari seluruh dunia. Mulai dari cara makan yang berbeda-beda, ada yang pakai sendok, sumpit, bahkan jari tangan seperti di India dan Bangladesh.

Petualangan rasa dimulai dari hal mendasar: bagaimana lidah mengenali rasa manis, asin, asam, pahit, dan umami. Si kecil juga diajak memahami bahwa aroma ternyata punya peran besar dalam membentuk cita rasa makanan.

Lewat ilustrasi digital Harriet Lynas yang cerah dan menggugah selera, anak-anak diperkenalkan pada nasi, jagung, roti, dan mi sebagai makanan pokok dunia. Ada cerita seru tentang udon Jepang yang dulu diinjak-injak perempuan sambil menggendong ransel berisi buku agar lebih berat.

Halaman demi halaman membawa si kecil mencicipi rempah, sayur, buah, daging, hingga makanan laut. Moms bisa mengajak anak berhenti sejenak di bagian makanan paling unik, seperti Stinking Toe Fruit dari Karibia yang katanya berbau seperti jempol kaki.

Tak ketinggalan, ada bagian kue dan pencuci mulut yang manis. Lamington dari Australia, Makroudh berisi pasta kurma dari Tunisia, sampai Picarones gorengan ubi dari Peru. Mooncake dan Daifuku Mochi pun ikut meramaikan meja.

Buku ini ditutup dengan obrolan menarik soal masa depan makanan, mulai dari daging hasil laboratorium hingga serangga yang ternyata punya 2.000 jenis yang bisa dimakan. Sebuah penutup yang membuka cakrawala berpikir anak tentang keberlanjutan pangan.

Sebagai read aloud bersama, Welcome to Our Table jadi pintu masuk yang menyenangkan untuk mengenalkan keberagaman budaya pada si kecil. Moms bisa memanfaatkannya untuk membangun rasa ingin tahu sekaligus menumbuhkan sikap terbuka terhadap perbedaan.

Anak belajar bahwa setiap bangsa punya tradisi makan yang unik, dan semuanya sama-sama berharga. Ada pula sisipan kosakata seperti cara mengucapkan “enak” atau “selamat makan” dalam berbagai bahasa, yang melatih kepekaan linguistik anak.

Lebih dari itu, buku ini menanamkan kesadaran bahwa makanan bukan sekadar pengisi perut. Makanan menyatukan keluarga, membentuk budaya, dan menjadi cara paling lezat untuk memahami dunia yang luas.